Minicalendar
September 2017
SMTWTFS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Link Internal
Link Eksternal
Pengunjung
2.png8.png7.png1.png9.png
Hari ini26
Kemarin26
Minggu ini168
Bulan ini715
Total28719

Siapa yang Online

2
Online

Saturday, 23 September 2017 16:35
Powered by CoalaWeb
Sejak
12-03-2014

Kode Etik Kegiatan Akademik

Pelanggaran Akademik

Salah satu ciri masyarakat akademik adalah keterikatannya terhadap etika akademik yang berlaku secara universal, seperti kejujuran, keterbukaan, obyektivitas, kemauan untuk belajar dan berkembang serta saling menghormati dan tidak berlaku diskriminatif.

Masyarakat kampus merupakan salah satu bagian penting dari masyarakat akademis. Oleh sebab itu seluruh komponen civitas akamemika semestinya memahami dengan benar dan merasa terikat dengan etika akademik tersebut. Keterikatan terhadap etika akademik harus tercermin pada setiap aspek kegiatan akademik, seperti perkuliahan, penelitian, penulisan dan publikasi, penggunaan gelar akademis dan sebagainya. Dengan demikian dipandang perlu untuk menjelaskan bagaimana etika akademik tersebut diterapkan secara spesifik dalam berbagai kegiatan akademik maupun kegiatan kampus lainnya. Tindakan yang melanggar etika akademik merupakan tindakan tidak etis dan atau pelanggaran akademik.

Aktivitas yang termasuk dalam katagori tindakan tidak etis dan atau pelanggaran akademik merupakan perbuatan terlarang, antara lain adalah (1) penyontekan/kecurangan dalam ujian/cheating; (2) plagiat; (3) perjokian; (4) pemalsuan; (5) penyuapan; (6) tindakan deskrimintaif dan lain-lain.

(1).    Penyontekan/Kecurangan dalam ujian (cheating)

Penyontekan yaitu kegiatan sadar atau tidak sadar yang dilakukan peserta ujian yang dapat mencakup (1) menyontoh hasil kerja milik peserta ujian lain; dan (2) menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan, informasi atau alat bantuan ainnya yang tidak diijinkan dalam ujian atau tanpa ijin dari dosen yang berkepentingan.

(2).    Plagiat

Bentuk tindakan plagiat antara lain mengambil gagasan/pendapat/hasil temuan orang lain baik sebagian atau keseluruhan tanpa seijin atau tanpa menyebutkan sumber acuannya secara jujur menurut kaedah akademis yang berlaku.

(3).    Perjokian

Tindakan dengan sengaja atau tidak, menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain, atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri dalam kegiatan akademik.

(4).    Pemalsuan

Bentuk tindakan pemalsuan antara lain melakukan kegiatan dengan sengaja atau tanpa ijin yang berwenang mengganti, meniru atau mengubah/memalsukan

Sanksi Terhadap Kecurangan Akademik dan Pelanggaran Hukum

Seorang mahasiswa dikenakan sanksi akademik apabila mahasiswa tersebut melakukan kecurangan akademik pada saat ujian, praktikum, maupun kegiatan akademik yang lain. Bentuk kecurangan dan sanksi akademik yang dimaksud antara lain:

  1. Melakukan kecurangan dan/atau tindakan pelanggaran yang lain (yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian) dengan sanksi pembatalan ujian semua mata kuliah dalam semester bersangkutan.
  2. Mengerjakan ujian untuk mahasiswa lain dan/atau dikerjakan oleh orang lain, dengan sanksi pembatalan ujian dan nilai semua mata kuliah dalam semester bersangkutan.
  3. Melakukan perubahan nilai secara tidak sah, dengan sanksi pembatalan mata kuliah dan skorsing paling lama dua semester yang tidak diperhitungkan sebagai terminal.
  4. Melakukan pelanggaran-pelanggaran butir 1 sampai 3 di atas disertai dengan ancaman kekerasan atau tindak kekerasan atau pemberian sesuatu, dengan sanksi berupa skorsing atau pemecatan dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi atas persetujuan Rektor.
  5. Memalsukan tanda tangan dalam pengesahan KRS, KPRS atau kegiatan akademik yang lain dengan sanksi berupa pembatalan kegiatan akademik bersangkutan disertai dengan skorsing.
  6. Bagi mahasiswa yang melakukan plagiat dan kecurangan lain dalam penyusunan disertasi dikenakan sanksi berupa pemutusan studi.
  7. Bagi lulusan doktor yang diketahui  melakukan plagiat dan kecurangan lain dalam penyusunan disertasi, dikenakan sanksi pencabutan gelar doktornya.
  8. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut apabila disertai kekerasan atau pemberian sesuatu, atau janji atau tipu muslihat akan dikenai sanksi dikeluarkan dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.
  9. Apabila mahasiswa melanggar hukum baik dalam wilayah kampus maupun di luar kampus sehingga yang bersangkutan mendapatkan vonis bersalah dari pengadilan, maka yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.