Minicalendar
November 2017
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
Link Internal
Link Eksternal
Pengunjung
3.png0.png1.png4.png2.png
Hari ini7
Kemarin6
Minggu ini105
Bulan ini325
Total30142

Siapa yang Online

2
Online

Sunday, 19 November 2017 10:11
Powered by CoalaWeb
Sejak
12-03-2014

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan yang diterapkan pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi adalah  Sistem Kredit Semester (SKS). Melalui sistem ini diharapkan:

  1. Terciptanya tenaga yang terampil dan berbudi luhur dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya,
  2. Memberi kesempatan pada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studinya dalam waktu sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi mutu pendidikan,
  3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pendidikan dengan sarana­sarana yang ada,
  4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada,
  5. Dapat memperbaiki sistem-sistem evaluasi terhadap kecakapan dan kemajuan belajar mahasiswa dengan sistem lebih terbuka, dan
  6. Memungkinkan pengalihan (transfer) kredit dan perpindahan mahasiswa antar fakultas bahkan antar perguruan tinggi.

Nilai Kredit

Nilai  1 (satu) sks (satuan kredit semester) untuk pembelajaran kuliah, responsi dan tutorial, mencakup:

  • 50 (lima puluh) menit perminggu persemester acara tatap muka terjadwal dengan dosen misalnya dalam bentuk kuliah.
  • 50 (lima puluh) menit perminggu persemester acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal.
  • 60 (enam puluh) menit perminggu persemester acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi.

Nilai  1 (satu) sks untuk pembelajaran seminar atau bentuk lain yang sejenis, mencakup:

  • 100 (seratus) menit perminggu persemester acara tatap muka terjadwal dengan dosen misalnya dalam bentuk kuliah.
  • 60 (enam puluh) menit perminggu persemester acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi.

Nilai  1 (satu) sks untuk kegiatan akademik lainnya

Nilai 1 (satu) sks untuk praktikum, praktik studio, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara, adalah 160 (seratus enam puluh) menit perminggu per semester.

Beban dan Masa Studi

Beban normal belajar mahasiswa adalah 8 (delapan) jam per hari atau 48 (empat puluh delapan) jam per minggu setara dengan 18 (delapan belas) sks per semester, sampai dengan 9 (sembilan) jam per hari atau 54 (lima puluh empat) jam per minggu setara dengan 20 (dua puluh) sks per semester.

Untuk memenuhi capatai pembelajaran lulusan Program Doktor Ilmu Ekonomi, maka beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa adalah minimal 72 sks Keseluruhan beban studi kurikulum program doktor dalam pelaksanaan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 6 (enam) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester.

Proses Belajar Mengajar

Kegiatan Perkuliahan

  1. Kegiatan perkuliahan dapat diselenggarakan secara online melalui aplikasi yang telah disiapkan
  2. Mahasiswa diwajibkan mengikuti semua kegiatan perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya sesuai dengan daftar mata kuliah yang ditempuhnya dalam KRS secara tertib dan teratur atas dasar ketentuan­-ketentuan yang berlaku.
  3. Selama masa kuliah ini juga diberikan tugas-tugas terstruktur yang merupakan komponen penilaian akademik.
  4. Selama masa kuliah, mahasiswa  diwajibkan mempresentasikan ide/teori yang akan digunakan dalam penyusunan disertasi dalam seminar berskala internasional minimal
  5. Komponen nilai akhir mata kuliah terdiri atas nilai tugas terstruktur (dapat berupa kuis, review suatu topik bahasan, tugas untuk mencari topik tertentu di perpustakaan ataupun di internet, dan tugas sejenisnya), nilai ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir semester.
  6. Apabila salah satu dari keempat komponen (tugas terstruktur, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester) tidak ada, maka nilai akhir mahasiswa dinyatakan dengan nilai K (tidak lengkap). Nilai K harus diurus ke Dosen koordinator mata kuliah selambat-lambatnya satu minggu setelah nilai diumumkan melalui Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi. Apabila dalam satu minggu setelah nilai diumumkan ternyata tidak ada perubahan nilai dari dosen koordinator mata kuliah, maka nilai K akan berubah menjadi nilai E.

Presensi (Daftar Hadir)

  1. Daftar hadir dibuat berdasar KRS yang diprogramkan mahasiswa melalui SIAKAD UNJA
  2. Mahasiswa yang tidak tercantum namanya dalam daftar hadir harus segera melapor ke Program. Mahasiswa tidak diperkenankan menambah/menulis nama dalam daftar hadir setelah batas akhir pelaksanaan KRS.
  3. Daftar hadir ditandatangani oleh yang bersangkutan sesuai dengan baris pada nama yang sesuai. Kelalaian tandatangan dalam daftar hadir dianggap tidak masuk kuliah.
  4. Setiap selesai kuliah, daftar hadir akan diambil oleh petugas layanan kelas untuk direkap serta akan diberi tanda bila mahasiswa tidak menandatanganinya
  5. Dosen bertanggung jawab atas daftar hadir mahasiswa selama dalam kelas.
  6. Ijin tidak mengikuti kegiatan kuliah dalam waktu yang telah ditetapkan, diberikan bila yang bersangkutan sakit (ditunjukkan dengan surat keterangan dokter), terkena musibah atau sebab lain yang sangat penting (ditunjukkan dengan ijin tertulis dari Ketua Program Doktor). Semua surat ijin harus dikirimkan kepada Bagian Akademik selambat-lambatnya satu minggu setelah perkuliahan tersebut berlangsung.
  7. Frekuensi perkuliahan selama satu semester sebanyak 14 kali ditambah 2 kali ujian (UTS dan UAS)
  8. Bila kehadiran mahasiswa kurang dari 75% saat akhir perkuliahan, karena kealpaan mahasiswa, maka mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir dan dinyatakan tidak lulus. Mahasiswa yang terkena presensi diumumkan sebelum ujian akhir semester dilaksanakan.
  9. Bila kehadiran mahasiswa kurang dari 75% saat akhir perkuliahan, karena izin atau sakit (maksimal untuk dua kali tatap muka), maka mahasiswa dibebankan tugas tambahan sebagai pengganti perkuliahan, sebelum diperkenankan mengikuti ujian akhir. Mahasiswa yang terkena presensi diumumkan sebelum ujian akhir semester dilaksanakan.

Ujian

  1. Terdapat minimal dua kali ujian dalam setiap semester, yaitu ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Bentuk ujian dapat berupa ujian tulis, ujian lisan, presentasi makalah atau tugas terstruktur lainnya.
  2. Ujian hanya boleh diikuti mereka yang telah memprogramkan mata kuliah dalam KRS
  3. Sebelum periode ujian semester, diumumkan tata tertib ujian yang harus dipatuhi oleh setiap peserta ujian.
  4. Nilai akhir yang merupakan kompilasi dari seluruh kegiatan perkuliahan (tugas terstruktur, UTS, dan UAS).
  5. Seluruh nilai akhir merupakan tanggung jawab tim dosen pengampu mata kuliah.

Ujian Susulan

  1. Mahasiswa yang karena suatu sebab sehingga terpaksa tidak dapat mengikuti ujian maka untuk dapat mengikuti ujian susulan harus mengajukan surat permohonan kepada Ketua Program Doktor dengan dilampiri bukti­-bukti alasan ketidak-ikutsertaannya dalam ujian.
  2. Surat bukti tersebut harus diterima paling lambat 7 (tujuh) hari setelah pelaksanaan ujian mata kuliah yang bersangkutan.
  3. Alasan-alasan yang bisa diterima untuk mengikuti ujian susulan adalah: a).      Sakit (dibuktikan dengan surat dokter); b).      Orang tua atau saudara kandung, anak, istri/suami meninggal dunia; dan c).  Sebab-sebab lain yang telah mendapat persetujuan dari Ketua Program
  4. Ujian susulan dilaksanakan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah tanggal keluarnya surat ijin mengikuti ujian susulan yang dikeluarkan oleh Ketua Program.

Pengulangan Mata Kuliah

  1. Apabila mahasiswa mengulang mata kuliah untuk memperbaiki nilai suatu mata kuliah, baik bobot sks-nya berubah atau tidak berubah, maka penentuan nilai akhir yang dicantumkan dalam transkrip adalah nilai yang terakhir.
  2. Mata kuliah yang boleh diulang adalah mata kuliah dengan nilai paling tinggi B.
  3. Mahasiswa diperbolehkan untuk mengulang mata kuliah hanya satu kali untuk setiap mata kuliah.
  4. Mahasiswa yang mengulang diwajibkan mengikuti semua kegiatan perkuliahan.

Penilaian Mata Kuliah

Untuk setiap mata kuliah yang telah diselesaikan oleh seorang mahasiswa diberikan suatu nilai akhir sebagai hasil penilaian kemampuan akademik mahasiswa terhadap penguasaan mata kuliah yang bersangkutan. Nilai akhir ini merupakan hasil penilaian terhadap berbagai aspek kemampuan mahasiswa dalam mengikuti dan menyelesaikan suatu mata kuliah selama satu semester, meliputi aspek disiplin kreativitas, kemampuan menyelesaikan tugas-tugas terstruktur, tutorial dan mandiri serta hasil-hasil ujian. Masing-masing aspek kegiatan diberikan penilaian yang dinyatakan dalam bentuk nilai mutu. Nilai mutu adalah ukuran untuk menunjukkan tingkat kemampuan mahasiswa dalam mengikuti penilaian kegiatan akademik diberi bobot yang ditentukan menurut perimbangan atau proporsi materi kegiatan dengan materi perkuliahan secara keseluruhan dalam satu semester.

Yang dimaksud dengan bobot adalah besaran atau koefisien yang diberikan kepada setiap kegiatan penilaian suatu mata kuliah, yang mencerminkan tingkat kedalaman suatu kegiatan penilaian dan digunakan untuk menghitung/menentukan nilai akhir kemampuan akademik untuk mata kuliah tersebut. Nilai akhir dari penilaian kemampuan akademik dihitung dengan rumus sebagai berikut:

 NA = (T + M + 2S)/4

NA

T    

M   

S

=

=

=

=

Nilai akhir

Tugas/kasus/praktikum

ujian tengah semester

ujian akhir semester

Sistem penilaian yang digunakan menggunakan sistem PAN. Nilai akhir yang diterima mahasiswa dinyatakan dengan huruf. Kesetaraan nilai huruf, bobot dan golongan kemampuan adalah sebagai berikut: